Senin, 03 November 2014

Judo



Judo

TEMPAT BERLATIH ADA DI PALING BAWAH

Judo atau 柔道merupakan seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo disebut judoka atau pejudo.
·       Tingkatan Judo dan warna ikat pinggang
Dimulai dari kelas pemula (shoshinsha) seorang judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima. Dari sana, seorang judoka naik tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama. Setelah itu sistem penomoran dibalik menjadi dan pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga dan kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di judo. Meskipun demikian, sang pendiri, Kano Jigoro, mengatakan bahwa tingkatan judo tidak dibatasi hingga dan kesepuluh, dan hingga saat ini karena hanya ada 15 orang yang pernah sampai ke tingkat dan kesepuluh, maka tidak ada yang pernah melampaui tingkat tersebut. Warna ikat pinggang menunjukkan tingkatan kyu ataupun dan. Pemula, kyu kelima dan keempat menggunakan warna putih; kyu ketiga, kedua, dan pertama menggunakan warna cokelat; warna hitam dipakai oleh judoka yang sudah mencapai tahapan dan, mulai dari shodan, atau dan pertama, hingga dan kelima. Judoka dengan tingkatan dan keenam hingga dan kesembilan menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna merah dan putih, walaupun kadang-kadang juga menggunakan warna hitam. Tingkatan teratas, dan kesepuluh, menggunakan ikat-pinggang merah-putih atau merah. Judoka perempuan yang telah mencapai tahap dan keatas memiliki garis putih yang memanjang di bagian tengah ikat pinggang hitam mereka.



  • ·       Teknik Bantingan( nage waza )

Teknik bantingan judo (nage waza) dapat dibagi menjadi teknik berdiri (tachi waza) dan teknik menjatuhkan diri (sutemi waza). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (te waza), teknik pangkal paha (koshi waza), dan teknik kaki (ashi waza). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (ma sutemi waza) dan teknik menjatuhkan diri ke samping (yoko sutemi waza)
·       Teknik menyerang ( atemi waza )
Teknik menyerang (atemi waza) dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (randori)
·       Teknik bantingan (teknik berdiri)
o   Sapuan lutut - hiza guruma
o   Jegal dari belakang - o soto gari- Jegal dari depan - 'ko uchi gari
o   Sapuan samping - deashi barai
o   Bantingan paha - uchi mata
o   Bantingan pangkal paha memutar - o goshi
o   Bantingan pangkal paha angkat - surikomi goshi
o   Bantingan pangkal paha sapuan - harai goshi
o   Lemparan bahu - seoi nage
o   Menjatuhkan tubuh - tai otoshi
o   Lemparan guling belakang - tomoe nage

  • ·       Teknik kuncian (teknik berbaring)

Teknik kuncian (katame waza) disebut juga teknik berbaring (ne waza) karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.

o   Kuncian pinggang - kesa gatame
o   Kuncian bahu - kata gatame
o   Kuncian empat sisi - yoko shiho gatame
o   Kuncian empat sisi atas - kami shiho gatame


Tempat Berlatih

GOR Cempaka Putih
Jln Cempaka Putih Tengah 3 no. 31
Sabtu: 10:00 – 12:00
Instructor: Sensei Saleh

Fantastic Fitness (depan Pasar Modern BSD)
Hari Senin dan Rabu
Pkl. 19.00 – 21.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar